Pulau Dewata terkenal dengan wisata kulinernya yang sangat beragam. Mulai dari kafe kekinian hingga warung makan tradisional, semuanya ada di sini. Oleh karena itu, persaingan tempat makan menjadi sangat brutal. Kamu butuh social media untuk restoran di Bali yang aktif agar tidak kalah saing.
Sayangnya, memotret makanan agar terlihat enak itu butuh trik khusus. Biar usahamu makin laris, yuk simak rahasia suksesnya di bawah ini!
Cara Promosi Kuliner Lewat Sosial Media
Orang akan mudah merasa lapar saat melihat foto yang menggugah selera. Maka dari itu, ikuti tips dasar ini agar pengunjung terus berdatangan:
1. Foto Makanan Jarak Dekat (Close Up)
Pertama, hindari memotret menu dari jarak yang terlalu jauh. Sebaliknya, ambil foto makanan dari jarak dekat. Sebagai contoh, potret lelehan keju atau uap panas dari secangkir kopi. Tentu saja, cara ini ampuh membuat penonton menelan ludah.
2. Bagikan Ulasan Pelanggan (User Generated Content)
Selanjutnya, dorong pengunjungmu untuk membagikan momen makan mereka. Setelah itu, unggah ulang (repost) video mereka ke Instagram Story-mu. Bahkan, kamu bisa mendaftarkan titik lokasimu di Google Profil Bisnis agar ulasannya makin terpercaya.
3. Buat Video Proses Memasak
Kemudian, cobalah rekam aksi sang koki di dapur. Misalnya, rekam suara mendesis dari daging yang sedang dipanggang. Faktanya, video di balik layar seperti ini memiliki daya tarik (engagement) yang sangat tinggi.
Kesimpulan Singkatnya, kunci social media untuk restoran di Bali adalah visual makanan yang menggoda. Selain itu, pastikan informasi menumu mudah diakses. Jika kamu butuh referensi pembuatan menu digital, kamu bisa membaca artikel panduan Website Restoran di Bali. Dengan demikian, tamu tidak akan kesulitan mencari daftar harganya!