Mencari ide konten untuk UMKM di Bali memang gampang-gampang susah. Terlebih lagi, berjualan di Pulau Dewata ini sangatlah unik. Target pasarnya sangat luas dan juga beragam. Mulai dari warga lokal, wisatawan domestik, hingga turis asing.
Oleh karena itu, pemasaran media sosialmu harus tepat sasaran. Kamu butuh strategi yang bisa merangkul semua kalangan. Namun, apakah kamu masih mentok mencari bahan unggahan hari ini? Jangan khawatir, contek saja beberapa inspirasi segar di bawah ini.
Inspirasi Ide Konten untuk UMKM di Bali
Mendapatkan banyak like dan komentar sebenarnya cukup mudah. Syarat utamanya, kamu harus tahu sudut pandang audiens. Berikut adalah beberapa rekomendasi konten yang bisa kamu coba:
1. Proses di Balik Layar
Pertama, cobalah rekam proses pembuatan produkmu. Sebagai contoh, perlihatkan caramu memilih bahan makanan di pagi hari. Atau, tunjukkan proses packing pesanan pelanggan secara langsung. Faktanya, turis bule sangat menyukai keaslian (authenticity) produk lokal. Tentu saja, hal ini jauh lebih menarik dari sekadar foto jualan.
2. Berikan Rekomendasi Lokal
Selanjutnya, buatlah konten tentang panduan wisata lokal. Misalnya, konten berjudul “3 Tempat Makan Tersembunyi di Canggu”. Konten jenis ini sangat disukai dan sering disimpan oleh wisatawan. Bahkan, mereka rajin membagikannya saat sedang menyusun rencana liburan.
3. Review Jujur Pelanggan
Kemudian, mintalah pelangganmu untuk memberikan ulasan singkat. Kamu bisa merekam ulasan mereka lewat format video pendek. Hasilnya, cara ini akan sangat ampuh untuk meningkatkan kepercayaan pembeli.
4. Jawab Pertanyaan Umum
Terakhir, buatlah satu unggahan khusus untuk menjawab pertanyaan umum. Contohnya, “Bisa bayar pakai kartu kredit?” atau “Ada delivery?”. Sebagai tambahan, kamu bisa mengecek tren pencarian turis saat ini. Gunakan saja fitur pencarian gratis dari Google Trends.
Kesimpulan Kesimpulannya, jangan takut bereksperimen dengan berbagai ide konten untuk UMKM di Bali. Perhatikan jenis unggahan mana yang paling banyak mendapat interaksi. Setelah itu, perbanyaklah memproduksi konten sejenis.
Di samping itu, pastikan kamu juga sudah merapikan “rumah” bisnismu. Jika kamu bingung memulainya, baca perbandingan Landing Page vs Website milik kami. Dengan demikian, usahamu punya tempat yang profesional untuk menampung pesanan!